Kamis, 21 Januari 2016

Pengertian dan Struktur DNS- Wisnu

Pengertian dan Struktur DNS


Written By Cayoo Prast on Sabtu, 28 Januari 2012 | 06.00Sebelumnya saya akan memberi tahu, apa itu DNS ??? DNS ( Domain Name System ) adalah sebuah aplikasi/sistem database yang menterjemahkan nama domain menjadi IP. Karena manusia lebih sulit mengingat angka untuk itulah program ini dibuat. Contoh : gan pasti lebih mudah mengingat www.google.com dibandingkan 74.125.93.105 ( alamat IP google.com ).
Lalu bagaimana sebuah DNS bekerja ???Resolvers (client) mengirimkan queries ke name serverName server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure messageResolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan domain name serverJadi Analoginya DNS itu bekerja seperti buku telepon. Kita tahu nama orangnya tapi kita tidak tahu berapa nomor teleponnya, maka kita menggunakan buku telepon untuk mencari nomor telepon orang yang kita maksud tersebut, hanya bedanya kalau dalam DNS tidak ada nama domain (nama orang kalau di buku telepon) yang sama.
Nah sekarang saya akan menjelaskan struktur DNS :1. Root Level (.)Merupakan level utama (level paling penting) sekaligus level awal dari sebuah domain dimana ketika DNS server akan mencari sebuah alamat domain, maka yang diakses terlebih dahulu adalah root level.
2. Top Level Domain (.com, .org, .net, .id, dsb.)Merupakan level kedua setelah root level dimana ketika DNS telah mengakses ke root, maka akan langsung mengakses ke level ini.
3. Second Level Domain (google, yahoo, dsb.)Merupakan level setelah TLD, dimana ketika DNS telah mengakses ke root dan TLD, akan langung mengakses ke SLD.
4. Sub Level DomainMerupakan cabang dari domain diatas, bisa merupakan menu atau aplikasi tambahan pada domain utama. Contoh: mail.google.com Nah itu tadi beberapa pengetahuan tentang DNS semoga bermanfaat dan terima kasih.KEEP SMILE n' SPIRIT

Read More ->>

Pengertian dan Cara Kerja DNS-Wisnu

Pengertian dan Cara Kerja DNS


Domain Name System (DNS) merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan sebaliknya. 
Struktur database DNS  berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.
Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnya
Mesin DNS bisa menggunakan Server OS Windows server yang dijadikan mesin DNS atau sebuah Server dengan OS Linux dengan menjalankan daemon seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain) / DJBDNS yang sering digunakan, hampir 75 % implemetasi DNS menggunakan BIND.
Struktur database DNS  berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.
Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnya
Mesin DNS bisa menggunakan Server OS Windows server yang dijadikan mesin DNS atau sebuah Server dengan OS Linux dengan menjalankan daemon seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain) / DJBDNS yang sering digunakan, hampir 75 % implemetasi DNS menggunakan BIND.
Struktur database DNS  berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.
Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnya
Mesin DNS bisa menggunakan Server OS Windows server yang dijadikan mesin DNS atau sebuah Server dengan OS Linux dengan menjalankan daemon seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain) / DJBDNS yang sering digunakan, hampir 75 % implemetasi DNS menggunakan BIND.Struktur database DNS  berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnya

Mesin DNS bisa menggunakan Server OS Windows server yang dijadikan mesin DNS atau sebuah Server dengan OS Linux dengan menjalankan daemon seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain) / DJBDNS yang sering digunakan, hampir 75 % implemetasi DNS menggunakan BIND.Struktur database DNS  berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnyaMesin DNS bisa menggunakan Server OS Windows server yang dijadikan mesin DNS atau sebuah Server dengan OS Linux dengan menjalankan daemon seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain) / DJBDNS yang sering digunakan, hampir 75 % implemetasi DNS menggunakan BIND.Struktur database DNS  berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnya
Mesin DNS bisa menggunakan Server OS Windows server yang dijadikan mesin DNS atau sebuah Server dengan OS Linux dengan menjalankan daemon seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain) / DJBDNS yang sering digunakan, hampir 75 % implemetasi DNS menggunakan BIND.Struktur database DNS  berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnyaMesin DNS bisa menggunakan Server OS Windows server yang dijadikan mesin DNS atau sebuah Server dengan OS Linux dengan menjalankan daemon seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain) / DJBDNS yang sering digunakan, hampir 75 % implemetasi DNS menggunakan BIND.Top-Level DomainsPada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
  • com : Organisasi Komersial
  • edu : Institusi pendidikan atau universitas
  • org : Organisasi non-profit
  • net : Networks (backbone Internet)
  • gov : Organisasi pemerintah non militer
  • milĂ‚  : Organisasi pemerintah militer
  • num : No telpon
  • arpa : Reverse DNS
  • sch.id : sekolah
  • .co.id: cooperation Indonesia
  • .go.id: government indonesia
  • xx : dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Cara Kerja DNS (Domain Name System)Secara sederhana cara kerja DNS bisa dilihat pada gambar berikut ini:DNS menggunakan relasi client – server untuk resolusi nama. Pada saat client mencari satu host, maka ia akan mengirimkan query ke server DNS. Query adalah satu permintaan untuk resolusi nama yang dikirimkan ke server DNS.
  1. Pada komputer Client, sebuah program aplikasi misalnya http, meminta pemetaan IP Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host yang mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS server, yang biasa disebut name server.
  1. Name server meng-cek ke local database, jika ditemukan, name server mengembalikan IP Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan query tersebut ke name server  root server.
  1. Terakhir barulah si client bisa secara langsung menghubungi sebuah website / server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh DNS server.
Read More ->>

Kamis, 07 Januari 2016

Kode Anti Copas untuk Blog Cara Mematikan Fungsi Klik Kanan

Kode Anti Copas untuk Blog: Cara Mematikan Fungsi Klik Kanan

JIKA Anda ingin melindungi konten blog (posting, tulisan) agar tidak bisa di-copy paste (copas) atau dicuri oleh user, maka gunakan kode anti copas dengan cara mematikan fungsi klik kanan mouse (disable right click), juga mematikan fungsi Ctrl+C, disable select text, bahkan bisa disable Ctrl+P.

Berikut ini beberapa kode yang bisa dipasang di template blog untuk melindungi tulisan (konten blog) blogspotdari para tukang Copas dan plagiator (plagiarist). Ada 4 kode, mulai level "kurang aman", "aman", "lebih aman", hingga "sangat aman".

Namun, sebentar dulu..... ada catatan nih. User yang "melek IT" dan/atau paham soal Javasript tetap masih bisa "utak-atik" jika ingin menyalin (copas) posting blog Anda. Lagi pula, menurut banyak orang, mematikan fungsi klik kanan dan Ctrl+C (Copy), "sudah tidak zaman". Kini zamannya sedekah. Biar aja orang copas posting kita, 'kan dapat pahala tuh! Amin.....!

Masih menurut banyak orang (blogger/pakar SEO Blog), mematikan fungsi klik kanan atau memasang kode anti-copas, akan membuat user "marah" dan tidak mau lagi membuka blog kita. Artinya, ada potensi penurunan pengunjung. Kerugian mematikan fungsi klik kanan pada blog selengkapnya bisa dibaca di laman Site Point.

Tapi, jika Anda "keukeuh" ingin melindungi konten blog dari "pencurian" berupa Copas, apalagi tanpa menyebutkan sumber (link blog Anda), maka ini dia kode-kode untuk mematikan fungsi klik kanan, anti-copas, anti Ctrl+C (Copy), anti Ctrl+P (Print), anti Ctrl+U (View Source Code). Intinya, blog Anda cuma bisa dibaca doang!

KODE ANTI COPAS #1

Kode berikut ini mematikan fungsi klik kanan, sekaligus memunculkan pesan dari Anda sebagai blogger.

1. Klik "Lay Out"
2. Klik "Add Gadget" (posisi widget bebas, di mana saja)
3. Pilih "Javascript/HTML"
4. Copy + Paste kode berikut ini di kotak yang tersedia:

<script> var message="Hayo...! Mau copas ya? Boleh, tapi cantumkan sumber!";
///////////////////////////////////
function clickIE4(){if (event.button==2){alert(message);return false;}} function clickNS4(e){if (document.layers||document.getElementById&&!document.all){if (e.which==2||e.which==3){alert(message);return false;}}} if (document.layers){document.captureEvents(Event.MOUSEDOWN);document.onmousedown=clickNS4;} else if (document.all&&!document.getElementById){document.onmousedown=clickIE4;} document.oncontextmenu=new Function("alert(message);return false")</script>

5. Save!

Perhatikan huruf berwarna merah yang bisa Anda ganti. Kode ini masih memungkinkan "Select Text" dan Ctrl+C. Artinya, konten blog Anda masih bisa dicopy.

Paling tidak, meski masih bisa di-copas, dengan menggunakan kode di atas, kita bisa ngasih peringatan agar "tukang copas" tadi menyebutkan sumbernya.

KODE ANTI COPAS #2

Kode berikut ini "maqomnya" lebih tinggi dari kode di atas. Artinya, kode ini sama sekali mematikan klik kanan, tidak bisa "select text", dan mematikan fungsi Ctrl+C keyboard. Namun, konten blog kita masih bisa dicopy dengan cara Ctrl+P (Print). Di sana "sang copaser" masih bisa "Select Text" and "Copy" tulisan di blog kita.

Ini dia kodenya (Cara memasangnya sama dengan Kode Anti Copas No. 1).

<script language='JavaScript1.2'>
function disableselect(e){
return false
}
function reEnable(){
return true
}
document.onselectstart=new Function ("return false")
if (window.sidebar){
document.onmousedown=disableselect
document.onclick=reEnable
}
</script>

KODE ANTI COPAS #3

Kode berikut ini berfungsi menyembunyikan teks atau isi tulisan saat blog kita di-Ctrl+P oleh user. Ngeblank aja gak ada apa-apa, sehingga tentu gak bisa diselect text dan dicopy.

1. Klik "Template"
2. Klik "Edit HTML"
3. Cari kode </body> (Ada di bagian paling bawah daleman tempate blog)
4. Copy + Paste kode berikut ini di atas kode </body>

<style type="text/css" media="print">
    * { display: none; }
</style>

Semoga Bermanfaat
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman

Labels

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Daftar Blog Saya

Pages

Weekly post

Entri Populer